Mahasiswa | Staff | Alumni

Mahasiswa Manajemen Unisla Menjuarai Duta Baca Lamongan



Universitas Islam Lamongan (Unisla) kembali mencatatkan prestasi dengan mengantarkan mahasiswanya menjadi yang terbaik di ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Lamongan.

Ia adalah Wachidatus Chomariyah. Mahasiswa semester 4 Program Studi (Prodi) Manajemen yang merengkuh sukses dalam ajang yang diselenggarakan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Lamongan, sejak tanggal 17 Februari hingga 24 Februari 2020.

“Posisi duta baca yang saya sandang menurut saya hanyalah bonus semata karena hadiah yang sebenarnya adalah ilmu dan pengalaman yang saya dapat dari ajang pemilihan duta baca kabupaten lamongan ini. Semoga saja kedepannya saya dapat mengemban tanggung jawab ini dengan sebagaimana mestinya,” ujar Wachidatus saat ditemui pasca mengikuti kegiatan perkuliahan di ruang kelas Fakultas Ekonomi, Selasa, (25/02/2020).

Wachida mengaku termotivasi mengikuti ajang Duta Baca Kabupaten Lamongan ini, berawal dari rasa keprihatinan akan rendahnya minat baca dan penguasaan ilmu pengetahuan para generasi milenial, serta ketergantungan terhadap gadget dan game online.

“Generasi milenial Indonesia harus terus bersemangat melawan kemalasan dengan membiasakan membaca buku minimal 10 menit dalam satu hari, karena dengan membaca kita dapat meningkatkan pola pikir dan memperluas sudut pandang terhadap permasalahan yang ada di sekitar kita,” katanya.

Lebih lanjut Wachida menceritakan tahapan demi tahapan dalam ajang yang diikuti oleh 40 peserta tersebut. Mulai dari tahapan pertama, dimana para peserta melakukan pendaftaran melalui online.

“Kita diminta membuat essay bertema budaya literasi, kemudian dilanjut dengan validasi data, tes tulis dan penyerahan essay,” ucapnya.

Selama proses itu, hingga akhirnya hanya tersisa 20 peserta untuk masuk grand final dan mempresentasikan karya essaynya.”Tahap akhir yakni pengumuman juara,” tutur Wachida.

Lebih jauh, Wachida membeberkan ajang Duta Baca Kabupaten Lamongan ini memberikan pengalaman luar biasa baginya, karena mendapat banyak pengalaman dan ilmu dari berbagai pihak.

“Prestasi ini semakin mendorong saya untuk lebih bersemangat dalam menambah wawasan di bidang literasi,” kata Wachida. Wachida pun berpesan untuk para pemuda milenial bersama-sama menghadapi tantangan global yang semakin ketat dengan berbekal ilmu pengetahuan melalui budaya membaca dan literasi.

“Mengingat pemuda adalah ujung tombak pembangunan negeri ini,” ucapnya. Ia pun meminta generasi milenial untuk tidak takut mencoba hal baru.

“Jangan hanya terpaku pada zona nyaman, karena kesuksesan dapat datang dari bidang yang tidak pernah terduga sebelumnya. Tetap semangat dan terus berusaha sesuai kemampuan dan skill kita masing masing. Kesuksesan adalah milik mereka yang percaya akan keindahan mimpi mereka dan bergerak untuk mewujudkannya,” tuturnya. (*)


Comments are closed.