Lagi, Mahasiswa Unisla Ukir Prestasi dalam Ajang Debat



Mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) kembali menorehkan prestasi. Kali ini prestasi diukir di Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Tingkat Universitas.

Tiga mahasiswa, Kartika Indah Sari dari Fakultas Agama Islam, Umar Efendi dari Fakultas Perikanan, dan Mochammad Alfazizi dari Fakultas Hukum, berhasil menjadi juara dua di ajang tersebut.

“Walau sedikit ada rasa takut, tapi alhamdulillah semua bisa teratasi berkat dukungan orang-orang sekitar. Apalagi pihak kampus yang begitu sangat memfasilitasi dan mendukung kami sepenuhnya membuat kami harus bisa memberikan yang terbaik,” kata Kartika, Rabu (26/2/2020).

Untuk diketahui, ketiga mahasiswa Unisla menjadi runner-up setelah melalui tahap awal di kompetisi yang diikuti 20 tim dari 8 perguruan tinggi, di gedung St Agustinus Universitas Katolik Widya Mandala, Minggu (23/2/2020).

Kedelapan perguruan tinggi itu adalah Universitas Islam Lamongan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), PENS, Universitas Negeri Semarang (Unes), UPN Veteran Surabaya, dan Universitas Katolik Widya Mandala.

Mereka dipastikan sebagai runner-up di kompetisi yang digelar oleh Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dalam final yang berlangsung di Plaza St Maria Pakuwon city Universitas Katolik Widya Mandala, Senin (24/2/2020).

“Kompetisi debat ini dapat mengasah kemampuan dan mencari pengalaman sekaligus untuk belajar,” ujar Kartika.

Lebih lanjut, Kartika membeberkan, perwakilan Unisla mampu bersaing dengan kampus-kampus bergengsi di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). “Kami lebih tertantang untuk pantang menyerah, dan membuktikan bahwa Unisla juga punya kualitas yang sama dengan mereka,” ucapnya.

Lebih jauh Kartika berpesan pada para mahasiswa Unisla supaya berani mencoba dan pantang mundur. “Jangan pernah takut mencoba, dan merendahkan diri dengan berkata tidak bisa dan takut,” tuturnya.

Kartika menambahkan, bahwa sesungguhnya kemampuan setiap manusia itu adalah sama. Namun, tergantung bagaimana mengimplementasikannya untuk sesuatu yang bisa bermanfaat. “Karena ketika orang lain bisa melakukan pencapaian, maka diri kita pun bisa asal kita mau berusaha,” katanya. (*)


Comments are closed.