Informasi SPMB : Pendaftaran Gelombang III dibuka! Hubungi Petugas PMB 
LAMONGAN – Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur menyelenggarakan Workshop dengan tema “Pengembangan Islam Wasathiyah, Penguatan NKRI dan Overview Program LPPD”. Jum’at, (28/6/2024).
Kegiatan ini diselenggarakan di beberapa Bakorwil, seperti Bakorwil Madura yang menyelenggarakan di IAIN Pamekasan, Bakorwil Malang menyelenggarakan kegiatan di kampus Unisma, dan Bakorwil Jember ditempatkan di Kampus IAI at-Taqwa, Bondowoso.
Sedangkan Bakorwil Bojonegoro, Universitas Islam Lamongan didapuk menjadi tuan rumah dalam agenda yang dihadiri PTKI dan Ma’had Aly mitra penyelenggara beasiswa LPPD Jatim, yaitu: Unisda, UNU Giri Bojonegoro, IAI Qomaruddin, IAI Tabiyatut Tholabah, IAI NU Tuban, UNISLA, IAI Darut Taqwa, Ma’had Aly Hasaniyah, Ma’had Aly Ibrohimy, dan Unkafa.
Dalam kesempatan tersebut, Dr Winarto Eka Wahyudi, M. Pd. I, Wakil Rektor III Unisla mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dari LPPD Provinsi Jawa Timur menjadikan Unisla sebagai tuan rumah kegiatan strategis ini.
Ia menegaskan bahwa Unisla selalu siap berkolaborasi dengan instransi pemerintahan provinsi dan institusi lain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kami memiliki 20 program studi yang diantaranya adalah dua program pascasarjana. Sehingga Unisla selalu PD (percaya diri) jika diajak berkonstribusi di tingkat provinsi dan skala lebih luas dalam kerja-kerja akademik dan non akademik untuk kepentingan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur,” ujarnya.
Sementara itu dalam sambutan berikutnya, Prof Dr H Achmad Muhibin Zuhri, M. Ag, Sekretaris LPPD Jatim menegaskan, bahwa Islam Wasathiyah menjadi khazanah intelektual pesantren yang harus dikampanyekan melalui forum-forum ilmiah.
Guru Besar Teologi Islam Kontemporer ini menambahkan, bahwa salah satu misi LPPD adalah konsistensinya dalam menyuarakan dan mengkaji keberagamaan moderat melalui program kerja yang sudah diinisiasi dengan institusi mitra, baik pesantren, PTKI/ PTKIN dan Ma’had Aly seluruh Jawa Timur.
“LPPD tidak hanya sekedar memberikan beasiswa bagi pesantren atau santri, namun juga turut serta berkonstribusi dalam pembangunan masyarakat Jawa Timur yang lebih agamis, moderat dan toleran,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Masdar Hilmy, P.hD memberikan pemaparan ekstensif dan eksplanatif tentang diskursus Islam Wasathiyah.
Menurutnya, tidak ada silabus dan kajian khusus tentang apa itu Islam Wasathiyah di Pesantren. Namun, pesantren memiliki banyak khazanah keilmuan, referensi dan bahan kajian yang mu’tabar tentang bagaimana berperilaku dan berpaham secara moderat.
“Tapi tidak semua pesantren seperti itu, sekarang banyak berjamur pesantren tapi kurikulum keislamannya tidak jelas. Yang saya maksud adalah pesantren-pesantren sejak lama konsisten dalam pengkajian khazanah turath yang beragam, sehingga melahirkan paradigma berfikir yang luas dan mendalam,” katanya.
© Universitas Islam Lamongan