Prodi Akuntansi Unisla Tanamkan Kesadaran Taat Pajak ke Mahasiswa



Universitas Islam Lamongan (Unisla) tidak hanya serius untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0, namun juga serius menyiapkan SDM yang taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, salah satunya mengenai pajak.

“Mahasiswa sebagai calon wajib pajak, wajib mengerti akan pentingnya pajak sebagai sumber penerimaan negara. Di samping juga untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak,” ucap Abidah Dwi Rahmi Satiti, Sekretaris Program Studi (Prodi) Akuntansi di sela-sela seminar yang bertemakan “Tantangan Perpajakan di Era Revolusi Industri 4.0”, Kamis, (30/01/2020).

Seminar di Auditorium Unisla, yang diikuti oleh Dosen prodi Akuntansi Unisla dan seluruh mahasiswa Prodi Akuntansi Unisla semester 4 ini menghadirkan Anang Purnadi, dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lamongan.

Lebih lanjut Abidah menyampaikan sistem transaksi saat ini, hampir 90 persen sudah secara daring, sehingga perpajakan harus menyesuaikan, baik secara aturan maupun dengan teknologi.

“Jadi tantangan perpajakan Indonesia saat ini adalah aturan dan teknologi,” katanya mengulang pernyataan pemateri.

Ia berharap mahasiswa Akuntansi Unisla terus mengasah kemampuannya dengan mengikuti kasus-kasus perpajakan, baik di Indonesia, maupun di dunia internasional.

“Dengan mengetahui isu-isu terbaru diharapkan keilmuan akuntansi perpajakan mahasiswa juga bisa berkembang mengikuti zaman, seperti kasus pajak Google,” tuturnya menambahkan. (*)


Comments are closed.