Informasi SPMB : Pendaftaran Gelombang III dibuka! Hubungi Petugas PMB

  • By unisla
  • (0) comments
  • 14 January 2026

Unisla Jalin Kemitraan Internasional di Thailand dan Malaysia, Perkuat Peran Global Pendidikan Pesantren

Thailand – Universitas Islam Lamongan (Unisla) terus memperkuat langkahnya dalam menjalin koneksi internasional. Menutup akhir Juni 2025, perguruan tinggi berbasis pesantren ini melakukan lawatan ke Thailand dan Malaysia guna menandatangani sejumlah kerja sama strategis dengan lembaga pendidikan dan mitra kelembagaan di dua negara tersebut.

Wakil Rektor III Unisla, Dr. Winarto Eka Wahyudi, menyebut bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen Unisla dalam memperluas jejaring global, sekaligus mempromosikan nilai-nilai pendidikan pesantren ke kancah internasional

“Internasionalisasi Unisla bukan hanya tentang nama besar, tapi juga tentang membangun kolaborasi nyata yang bisa dirasakan manfaatnya dalam pengembangan pendidikan tinggi,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).

Salah satu capaian utama dalam kunjungan ke Thailand adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Fatoni, sebuah institusi pendidikan Islam ternama di wilayah tersebut. Universitas ini dikenal sebagai lembaga berbasis wakaf terbesar dan pertama di Thailand. Dr. Winarto menjelaskan bahwa Fatoni tengah mengembangkan konsep kawasan terpadu berbasis wakaf, yang mengintegrasikan unsur pendidikan, layanan kesehatan, area bisnis, hingga permukiman.

“Model ini menarik untuk dikaji dan dijadikan inspirasi, apalagi sejalan dengan nilai-nilai yang juga berkembang di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Selain menggandeng Universitas Fatoni, Unisla juga membangun kerja sama awal dengan Asean Mall — lembaga keuangan yang berafiliasi dengan Fatoni — serta mempererat hubungan dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Thailand, sebagai bagian dari penguatan jejaring Nahdliyin di Asia Tenggara.

Di sela kunjungan tersebut, Dr. Winarto turut hadir sebagai pembicara dalam seminar internasional bertema “Profesionalisme Muslim” yang diselenggarakan di Universitas Fatoni. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab moral, serta semangat keilmuan dalam membentuk karakter generasi Muslim profesional yang siap menghadapi tantangan global.

Sementara itu, di Malaysia, Unisla melanjutkan langkahnya dengan menandatangani nota kesepahaman bersama Universiti Teknologi Mara (UiTM) di Shah Alam. Dalam forum ilmiah bertajuk “Bridging Tradition: Advancing Governance and Tertiary Education Through the Pesantren Model”, Dr. Winarto memaparkan gagasan pendidikan pesantren yang dikembangkan oleh Unisla dan bagaimana nilai-nilai tradisi tersebut bisa bersinergi dengan sistem tata kelola modern, termasuk melalui penerapan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama yang dijalin mencakup berbagai aspek penting, mulai dari riset bersama, pengiriman mahasiswa untuk menjalani KKN internasional, kolaborasi pengabdian masyarakat antarnegara, hingga penerbitan karya ilmiah secara kolektif.

“Unisla ingin menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya warisan lokal, tapi juga memiliki nilai-nilai universal yang bisa berkontribusi pada pembangunan peradaban masa depan yang inklusif dan berbasis nilai,” pungkasnya.

unisla

previous post next post

© Universitas Islam Lamongan