Informasi SPMB : Pendaftaran Gelombang III dibuka! Hubungi Petugas PMB 
Lamongan — Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menggelar kegiatan penanaman padi varietas baru PMJ 01 sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UNISLA, LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, dan Kodim 0812/ Lamongan, serta melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, mahasiswa, dan sivitas akademika.(08/05/2025)
Acara yang bertajuk “Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System/IFS)” ini berlangsung di UNISLA dan dilanjutkan ke Kampung Pandu yang berada di Joto Sanur. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, S.E., M.M., Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, S.IP., M.Han., Wakil Ketua DPRD Lamongan, serta Plt. Bagian Umum LLDIKTI Wilayah VII.
Dalam sambutannya, Bupati Lamongan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun antara perguruan tinggi, TNI, dan pemerintah dalam menciptakan inovasi pertanian berkelanjutan. “Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pendekatan pertanian terpadu dan inovasi varietas unggul,” ujarnya.
Rektor UNISLA, Dr. H. Abdul Ghofur, S.E., M.Si., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung program nasional melalui penguatan peran pendidikan tinggi berbasis pengabdian masyarakat. “Penanaman padi varietas PMJ 01 ini bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan awal dari upaya nyata UNISLA untuk menjadikan pertanian sebagai pilar pengembangan riset dan pengabdian masyarakat. Kami ingin kampus hadir sebagai solusi konkret terhadap isu-isu pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah strategis UNISLA. “UNISLA menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Timur yang menjalankan program pengabdian masyarakat berbasis sistem pertanian terpadu dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini adalah capaian luar biasa yang diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi bagi kampus-kampus lain di wilayah kerja kami,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaboratif yang dapat direplikasi di wilayah lain, serta mendorong sinergi berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
© Universitas Islam Lamongan