Informasi PMB 2026 : Pendaftaran Jalur PMDK dibuka! Hubungi Petugas PMB

  • By unisla
  • (0) comments
  • 28 May 2026

Unisla Ikut Gagas Kurikulum Aswajana

Universitas Islam Lamongan (Unisla) terus berkomitmen untuk menjadi kampus yang moderat. Ini dibuktikan dengan keikutsertaan Unisla dalam Sosialisasi Peraturan tentang Pengelolaan PTNU dan Diseminasi Hasil Workshop Kurikulum Keaswajaan dan Moderasi Beragama pada PTKI, di Kota Purwokerto Banyumas, Jawa Tengah, Selasa-Rabu, (21-22/02/2022).

Bersama dengan 59 rektor atau yang mewakili dari Perguruan Tinggi NU (PTNU) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), DR Winarto Eka Wahyudi, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Sekolah Pascasarjana Unisla dan DR Ahmad Hanif Fahruddin, Sekretaris Sekolah Pascasarjana Unisla, hadir mewakili Rektor Unisla untuk terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Ketika dihubungi via aplikasi WhatsApp, Hanif menuturkan, dalam kajian yang didiskusikan selama kegiatan, disimpulkan bahwa Aswaja menjadi pondasi tegaknya moderasi beragama di Indonesia.

“Aswaja juga membangun karakteristik muslim yang toleran, karena selain mempunyai nilai-nilai yang sudah ter-nass dalam Al-Qur’an Al-Hadits, Aswaja juga mampu mengakomodasi kearifan lokal,” ujarnya.

Menariknya,sambung Hanif, dan nanti akan menjadi istilah baku dalam Mata Kuliah wajib di PTNU, baik itu Universitas Nahdlatul Ulama, maupun PT yang dibawah NU, adalah Aswaja yang oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPTPBNU) dinamai Aswajana (Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah).

“Dalam draft perumusan tentang aswajana, LPTPBNU membagi menjadi dua, yaitu Aswajana 1 dan Aswajana 2,” kata Hanif.

Lebih lanjut Hanif menjelaskan, Aswajana 1 mempunyai 14 kajian materi mulai dari mengkaji tentang Aswaja (pengertian, dalil dan ruang lingkup), Aswaja dalam kajian historis, firqah-firqah dalam madzhab fikih, dalam mazhab kalam, dalam madzhab tasawuf, kemudian membahas tentang konsep ijtihad, ijtiba, taklid dan talfiq, sejarah masuk dan perkembangan (Islam) Aswaja di Indonesia, pelembagaan Aswaja di Indonesia (Pesantren, Madrasah, Tarekat), membahas Sejarah NU dan perinsip perjuangan, posisi Aswaja diantara kelompok lain, paradigma fikrah an-Nahdliyah, serta perinsip dasar harakah Nahdliyah dan perinsip dasar amal Nahdliyah.

“Sedangkan Aswajana 2, LPTPBNU merancang draf bahwa Aswaja mampu menjawab isu-isu global,” kata Hanif.

Dalam draf ini, sambung Hanif, LPTPBNU memasukkan kajian materi. Pertama, bidang ijtimaiyah (kemasyarakatan), meliputi, ajaran Aswaja tentang kemasyarakatan, kesejahteraan sosial, resolusi konflik dan pengelolaan SDA dalam bingkai NKRI.

Kedua, di bidang Iqtishadiyah (perekonomian), meliputi ajaran Aswaja di bidang perekonomian, ekonomi berkeadilan, ekonomi kerakyatan dan kemandirian ekonomi.

Ketiga, di bidang sosial, meliputi ajaran Aswaja dalam tataran sosial, negara bangsa, kewarganegaraan dan suksesi kepemimpinan.

Keempat, di bidang insaniyah (kemanusiaan), meliput ajaran Aswaja tentang kemanusiaan, memuliakan martabat kemanusiaan, membangun perdamaian, melindungi kaum minoritas, memberdayakan perempuan dan anak, serta melindungi kaum difabel.

Kelima, di bidang bi’ah (lingkungan), meliputi ajaran Aswaja tentang lingkungan, climate cange, pencemaran udara, kerusakan hutan, pencemaran udara-tanah-air, pemanasan global, bangunan liar-kumuh dan kelengkaan air bersih dan keenam di bidang tsaqafah (kebudayaan).

“Hal-hal yang dirancang oleh LPTPBNU dalam kurikulum Aswaja akan diputuskan pada Rakernas di Medan,” tutur Hanif. (*)

 

unisla

previous post next post

© Universitas Islam Lamongan