Ratusan Dosen Unisla Divaksin Covid-19 Tahap Pertama, Ini yang Diharapkan



Ratusan dosen Universitas Islam Lamongan (Unisla) telah menerima vaksinasi Covid-19 tahap pertama dengan tujuan agar mereka lebih tenang dalam menjalankan proses perkulihaan tatap muka (offline).

Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla), Bambang Eko Mulyono menuturkan, seluruh tenaga pendidik (dosen) mendapatkan jadwal vaskinasi Covid-19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan.

“Meski sudah menjalankan vaksinasi hari ini, penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap kita jalankan dengan ketat,” ujar Bambang Eko Mulyono di ruang Rektor usai menjalankan vaksinasi Covid-19 tahap pertama, Senin (15/03/2021).

Setelah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini, Bambang berharap, proses perkulihaan bisa berjalan dengan baik seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. “Karena mereka (dosen) bisa lebih tenang setelah divaksin,” katanya.

Bambang mengakui, serapan mata kuliah selama setahun terakhir yang diterima mahasiswa tidak bisa maksimal karena dilakukan secara online (daring).

“Setelah kita evaluasi, memang serapan mata kuliah antara tatap muka dengan online ini jauh. Banyak hal penyebabnya, salah satunya sulitnya jaringan atau sinyal,” akunya.  

Apabila perkuliahan tatap muka dilaksanakan kembali secara keseluruhan, ia meyakini, tak hanya mahasiswa saja tapi juga sektor lain yang ada di lingkungan Kampus Unisla akan merasakan dampaknya.  

“Secara psikologis mahasiswa itu lebih enjoy dan menikmati kalau kuliah itu offline. Selain itu juga mendorong dan mengangkat aktivitas ekonomi di sekitar kampus ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Zulkifli Lubis menyebutkan, sebanyak 286 dosen menerima vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Dinkes Lamongan. “Seluruh 286 dosen Unisla divaksin hari ini,” kata Zulkifli Lubis.   

Wakil Rektor I Unisla ini menjelaskan, pihak Telkom turut serta divaskin bersamaan dengan dosen di lingkungan kampus mungkin karena Unisla sudah menjadi kampus tangguh.

“Unisla kan ikut kampus tangguh sejak September lalu. Mungkin itu yang menjadi pertimbangan Dinkes, karena fase-fase kesehatan dalam rangka untuk pencegahan covid sudah kita jalankan dan progressnya juga cukup baik,” tuturnya.

Atas terlaksananya vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pengajar (dosen) Unisla, Zulkifli menyampaikan, apresiasi kepada pemerintah pusat maupun daerah. Karena menurutnya para dosen sangat membutuhkan kesehatan prima saat melakukan proses perkulihaan.  

  “Kita sampaikan terima kasih banyak kepada pemerintah. Karena mahasiswa Unisla kan dari berbagai macam kalangan dan berbagai asal kota tidak hanya dari Lamongan. Tentunya dengan adanya vaksinasi ini akan meningkatkan imunitas bagi dosen kita,” ucapnya.

Pasca pelaksanaan vaksinasi bagi dosen Unisla, Zulkifli juga berharap, proses perkulihaan secara offline (tatap muka) akan berjalan dengan lancar seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19.  “Jika tenaga pengajar terbebas dari Covid-19 usai divaksin maka perkulihaan offline kemungkinan besar akan dilaksanakan tidak hanya 50 persen saja yang masuk tapi bisa 100 persen. Tentunya tetap menjalankan prokes ajuran dari pemerintah,” ujarnya. (*)


Comments are closed.