Informasi PMB 2026 : Pendaftaran Gelombang 2 dibuka! Hubungi Kami 

Lamongan – Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) tahun 2025 berlangsung meriah di Gedung A kampus setempat, Selasa (2/9/2025). Selain sebagai ajang refleksi pengabdian mahasiswa, acara ini menjadi panggung bagi berbagai produk kewirausahaan hasil karya peserta KKN dari desa-desa binaan.
Sejumlah produk inovatif dipamerkan, mulai dari olahan pangan, kerajinan, hingga produk gaya hidup. Beberapa di antaranya adalah kerupuk ikan lele, teh kelor, lilin aromaterapi, tas anyaman kelapa, dan songkok hasil karya kelompok KKN di Desa Meluwur. Ragam produk tersebut menarik perhatian karena dinilai memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional.
Rektor Unisla, Dr. H. Abdul Ghofur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa karya mahasiswa bukan sekadar tugas akademik, melainkan wujud nyata kontribusi bagi masyarakat. “Kami melihat karya-karya ini punya prospek luar biasa. Jika dikelola dengan baik, produk mahasiswa KKN tidak hanya berhenti di tingkat lokal, tapi bisa berkembang hingga ke level nasional,” tegasnya.
Apresiasi serupa datang dari kalangan mahasiswa. Wahyudin, salah satu peserta KKN Desa Waruk, menilai bahwa pengalaman merintis produk kewirausahaan bersama masyarakat menjadi bekal berharga. “Kami belajar langsung dari lapangan, bagaimana membangun usaha kecil bersama warga. Harapannya, karya ini bisa memberi manfaat jangka panjang dan menjadi kebanggaan Unisla,” ujarnya.
Dengan beragam inovasi yang ditampilkan, KKN Unisla 2025 bukan hanya menjadi wadah pengabdian, melainkan juga melahirkan karya-karya yang dinilai mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif. Penutupan ini sekaligus menegaskan peran Unisla dalam mendorong mahasiswa berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui kewirausahaan berkelanjutan.
© Universitas Islam Lamongan