Informasi PMB 2026 : Pendaftaran Jalur PMDK dibuka! Hubungi Petugas PMB 
Sebanyak ribuan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) diharapkan mampu berinovasi menjadikan Sungai Bengawan Solo sebuah berkah bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.
Karena selama ini Unisla telah membersamai program-program Pemerintah Kabupaten Lamongan (Pemkab Lamongan) untuk menciptakan sebuah energi dalam mencapai kejayaan Lamongan dan terciptanya Indonesia Emas 2045.
Hal ini disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menyematkan jaket almamater Unisla pada Opening Ceremony KKN Universitas Islam Lamongan tahun 2023 di Aula Pasca Sarjana lantai 3, Sabtu (19/8/2023).
“Saya sampaikan terima kasih kepada Unisla, karena sampai saat ini masih membersamai program-program kami dalam mencapai Kejayaan Lamongan serta terciptanya Indonesia Emas 2045 ketika 100 tahun Kemerdekaan RI,” ucapnya.
Bupati menyampaikan, Kabupaten Lamongan telah mencapai perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditunjukkan dari beberapa capaian indikator pembangunan. Satu diantaranya, menurutnya, adalah pembangunan Sumber Daya Manusia.
“Lamongan tidak memiliki Sumber Daya Alam seperti kabupaten/kota tetangga. Oleh karena itu kita aka terus fokus dan mendorong sumber daya manusia ini menjadi bagian penting untuk menciptakan generasi yang unggul. Dengan adanya KKN ini salah satunya,” ujarnya.
Tema KKN Unisla tahun ini adalah Berdaya Bersama Aliran Peradaban. Menurutnya, ini tema krusial karena mahasiswa peserta KKN diharapkan bisa memahami sesuai dengan pelajaran selama di kampus tentang Bengawan Solo.
“Dengan menerjunkan mahasiswanya ke daerah-daerah sepanjang aliran Bengawan Solo ini, saya berharap para mahasiswa ini nanti memiliki pemahaman dan pengalaman yang lebih luas terkait desa dan kecamatan tempat dilaksanakannnya KKN,” katannya.
Menurutnya, Bengawan Solo itu bukan sumber bencana tapi anugerah dari Allah SWT yang harus terus disyukuri. “Karena Bengawan Solo merupakan sumber bahagia dan keberkahan. Ini bisa dibuktikan saat ini luas panen maupun hasil produksi panen masih konsisten dan tidak berubah walaupun beberapa kali kita ada bencana banjir,” tuturnya.
Lebih lanjut, bupati mengemukakan, dengan adanya Bengawan Solo yang melewati Lamongan justru banyak inovasi lahir. “Ketika musim kemarau, air sulit didapatkan petani. Alhamdulillah kita mengelolah air Bengawan Solo, panen padi masih konsisten dan melimpah. Jadi saya berharap, adik-mahasiswa bisa berinovasi menjadikan Bengawan Solo menjadi keberkahan,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor Unisla Abdul Ghofur menyampaikan, peserta KKN Unisla tahun ini berjumlah 1.110 mahasiswa. Ghofur mengatakan, rencananya mereka akan tersebar di 4 (empat) Kecamatan dan 30 (tiga puluh) desa yang berada di sepanjang aliran sungai Bengawan solo.
“Kami berharap mahasiswa peserta KKN yang terdiri dari 18 (delapan belas) program studi (prodi) ini bisa mengembangkan inovasi untuk meningkatkan inovasi lokasi KKN. Karena lokasi KKN mereka berada di daerah yang hampir tiap tahun terkena banjir,” ujar Ghofur.
Ghofur berpesan, agar mahasiswa peserta KKN Unisla tahun 2023 ini terus bisa menjaga diri, nama baik orang tua dan almamater Kampus Hijau. “Kami berpesan agar anak-anak selalu menjaga nama baik Unisla,” ucapnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua KKN Unisla 2023, Hammam Rofiqi menjelaskan, tema tahun ini Berdaya Bersama Aliran Peradaban itu kaitannya dengan lokasi KKN berada di desa dan kecamatan sepanjang aliran sungai Bengawan Solo.
“Karena di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo ini banyak sekali artefak peninggalan bersejarah termasuk religi, sosial dan budaya. Kami berharap bisa memberikan perhatian setiap tahunnya berupa sumbangsih meski sekecil apapun,” kata Hammam.
Dari ribuan peserta KKN tahun ini, Hammam berharap, mahasiswa diberikan program kerja dan mengabdi kepada masyarakat. Sehingga nanti bisa memberikan output berupa jurnal pengabdian kepada masyarakat.
“Selain itu, peserta KKN Unisla ini juga membuat dokumentasi tentang keseharian mereka. Agar mereka bisa menggali potensi di 30 desa sepanjang aliran Bengawan Solo tersebut. Sehingga desa-desa tersebut bisa terblow up,” ujarnya. (*)
© Universitas Islam Lamongan