Informasi SPMB : Pendaftaran Gelombang III dibuka! Hubungi Petugas PMB

  • By unisla
  • (0) comments
  • 14 January 2026

UNISLA HADIRI RAKORNAS BERSAMA KEMENKO PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERKOLABORASI DENGAN FORUM REKTOR INDONESIA (FRI) DAN MAJELIS REKTOR PERGURUAN TINGGI NEGERI INDONESIA (MRPTNI) TENTANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla) yang diwakili Wakil Rektor I, Dr. H. Sugeng Dwi Hartantyo, S.T., M.T., Ketua Senat Akademik, Ayu Dian Ningtias, S.H., M.H., CFE, CFrA, dan Kepala Kesekretariatan dan Kelembagaan, Gading Wilda Aniriani, S.Si, M.Si menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung di Graha Unesa, Kamis (14/8).

Kegiatan ini digelar dalam rangka akselerasi implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui peran perguruan tinggi, baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Program yang diusung meliputi Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat desa.

Rakornas mengangkat tema “Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pembentukan Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat, serta Penyusunan Rencana Aksi Bersama.”

Acara dibuka oleh Prof. Dr.rer.nat. Abdul Haris, M.Sc, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tujuan bangsa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak terlepas dari peran strategis perguruan tinggi. “Presiden Prabowo berpesan, angka kemiskinan harus terus ditekan, bahkan kalau perlu dilakukan penghapusan kemiskinan ekstrem. Selain itu, Perguruan tinggi harus hadir memastikan akses pendidikan terbuka untuk semua, serta berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat,” ungkap Abdul Haris.

Rakornas ini turut dihadiri Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Sosial, Kementerian Desa, Kepala LLDIKTI VI (Jawa Tengah) dan VII (Jawa Timur), serta ratusan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia.

Program Harvest “Holistic, Applied Research & Village Empowerment Fot Suistaintable Tranformation” menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan penelitian, transfer teknologi, dan pembinaan berkelanjutan. Program yang diusung unisla sebagai tagline Unisla ini adalah “KIBAR” : Kollaboratif, Innovatif, Berdampak ,Adaptive dan Responsif, Konsep pemberdayaan masyarakat Unisla di desa-desa binaan KKN ini mengacu pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Program yang dijalankan tidak hanya menyasar peningkatan ekonomi, tetapi juga mencakup pendidikan dan literasi melalui pelatihan guru, pengadaan perpustakaan desa, bimbingan belajar bagi pelajar, dan literasi digital. Selanjutnya bidang kesehatan dan gizi melalui Posyandu binaan, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan kampanye hidup bersih. Selain itu ekonomi dan kewirausahaan berupa pelatihan usaha kecil dan menengah (UKM), pengembangan produk lokal, hingga pemasaran berbasis teknologi digital. Demikian pula lingkungan dan pertanian melalui program pertanian terpadu, penghijauan, konservasi air, dan pengelolaan sampah berbasis komunitas serta penguatan nilai keagamaan dan sosial dalam bentuk pemberdayaan ekonomi potensial masjid, serta penguatan solidaritas sosial.

Wakil Rektor I Unisla, menegaskan bahwa keberhasilan program desa binaan lahir dari sinergi antara ilmu pengetahuan yang dimiliki akademisi dan potensi lokal masyarakat. “Unisla dapat memperkuat Kerjasama dan koordinasi antar perguruaan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat, kami berharap bahwa kita dapat memberikan dampak nyata kepada masyrakat sebagai wujud tri dharma perguruan tinggi,” ujarnya.

Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 terkait pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Dengan 21 desa binaan yang aktif, Unisla berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah kabupaten Lamongan dan TNI AD, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan berbasis riset yang berkelanjutan.

Ketua Senat Akademik, Ayu Dian Ningtias menyampaikan Harapannya, ”Ke depan, Unisla akan terus memperluas jangkauan desa binaan, memperkuat jejaring dengan pemangku kepentingan baik sector kabupaten dan tingkat nasional, serta menghadirkan lebih banyak inovasi untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa di kabupaten Lamongan dan sekitarnya”, Pungkasnya.

unisla

previous post next post

© Universitas Islam Lamongan