post
Sebanyak 1.066 Mahasiswa Universitas Lamongan diminta ikut percepat pelaksanaan program Pemerintah Kabupaten Lamongan. [Alimun Hakim]

Sebanyak 1.066 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) – BBM Universitas Islam Lamongan tahun 2019 diminta bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk memotret dan menggali segala potensi – potensi desa yang ada.
Hal tersebut diutarakan oleh Asisten III Pemkab Lamongan Faiz Junaidi saat memberikan arahan pada pelepasan peserta KKN Universitas Islam Lamongan.
“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Lamongan mengajak kepada para mahasiswa mari kita harus bersinergi untuk pembangunan yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” tutur Faiz Junaidi, Senin (15/7) di depan ribuan mahasiswa Unisla yang secara resmi diberangkatkan
Faiz bercerita, beberapa waktu yang lalu , Lamongan punya sejarah yang besar berkaitan dengam nusantara dan Indonesia. Banyak sekali situs prasasti yang ditemukan di Lamongan yang berkaitan dengan nusantara ini.
Di Desa Pataan di temukan situs yang hanya satu – satunya di Jatim. Di prasasti itu di sebutkan di daerah Lamongan ada pusat pendidikan dan para ahli serta para pemuka .
Temuan itu menyebutkan pusat dari kerajaan Kahuripan pada masa Raja Airlangga , dengan adanya temuan itu menyebutkan jika Airlangga pernah membangun pemerintahannya di Lamongan. Nah, lanjut Faiz dari cerita peristiwa tersebut mahasiswa – mahasiwa Lamongan harus mulai ikut mempercepat pelaksanaan program – program pemerintah. Selain itu para mahasiwa yang akan diterjunkan di lokasi KKN harus mampu membawa diri dengan kearifan lokal.
Sementara itu Rektor Unisla Bambang Eko Muljono menjelaskan, KKN kali ini ditempatkan di 11 Kecamatan, 35 Desa yang ada di Lamongan. Orientasinya pada dasarnya sama dengan KKN satu tahun yang lalu.
Tetapi, lanjutnya, kali ini kekhususannya mereka harus survey secara mendetail di lapangan dengan menggali potensi – potensi yang ada. Kemudian ada peogram dari Universitas di setiap desa harus berhasil menelurkan satu proposal. Proposal bagi mahasiswa yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan program hibah bina desa.
Bambang lebih jauh memaparkan, PKM itu mengangkat potensi yang ada di desa kemudian dikembangkan dan diberdayakan yang orientasinya ke industri kreatif.