Tantangan hari ini dan masa depan global,  yang dibutuhkan bukan orang yang pinter,  tidak butuh orang dengan basis kognisi tinggi. Karena pengetahuan sudah tidak cukup bisa menghadapi tantangan dunia hari.

Madzab “Wau” yang kunci suksesnya adalah menggabungkan,  mengkolaborasi, fiddunya khasanah wa fil akhiroti khasanah,  wa kina adzabannar.

Kalau dulu pinter dan pengetahuan penting, karena untuk pinter bersumber dari sumber informasi yang memiliki otoritas kuat. Hari ini pemilik pengetahuan tidak bisa diklaim paling berkuasa.  Karena semua orang bisa mengakses ilmu pengetahuan dan informasi. 

Akibat teknologi, berlangsunglah era inter koneksi antar sumber informasi. Teknologi telah nyata merubah gaya hidup. Era otomasi merubah cara kita bekerja.  Pada hari yang sama, seseorang bisa mengerjakan banyak agenda pekerjaan meski satu sama lain saling berjauhan.

Kontribusi pendidikan Islam menjadi strategis membentuk pribadi  berkarakter yang mampu  menghadapi tantangan global. Karena krisis moralitas,  makan masyarakat tidak sekedar ilmu dan uang tapi Standar nilai.

Pendidikan islam harus mampu menghadirkan “standar Nilai”.  Pribadi dengan standar nilai dibentuk, dibesarkan dengan  serangkaian “tradisi luhur”,  daripada dibesarkan dengan berbagai penegakan “regulasi”.

Standar nilai dalam pendidikan Islam memandu anak didik memiliki “potensi keberhasilan hidup” berdasar luasnya pengalaman sosial (activism) dan kedalaman pengalaman spritual (religiusitasl). Kesantuan,  akhlak,  kepribadian menjadi nilai utama yg ditawarkan pendidikan Islam.

editor : M. Yepta Adiarta

Publisher : M. Yepta Adiarta