Mahasiswa | Staff | Alumni

Bang Cris, Keripik Crispy dari Bonggol Pisang Karya Mahasiswa Unisla



Alda Ayu Larasati, bersama rekannya mahasiswa Unisla peserta KKN-BBM kelompok 16 menunjukkan produk Bang Cris, crispy bonggol pisang, Senin, (29/7/2019). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

Bagi orang awam, bonggol pisang adalah limbah yang selalu dibuang. Dianggap sebagai limbah dan dinilai tak memiliki kegunaan, ternyata bonggol pohon pisang bisa diolah menjadi makanan ringan berupa keripik crispy. Itu dibuktikan mahasiswa KKN – BBM Universitas Islam Lamongan (Unisla) dan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Deket yang mengoila bongol pisang menjadi camilan kekinian. Camilan ini dinamai Bang Cris (bonggol pisang crispy).

Bonggol pohon pisang yang merupakan bagian akar dari pohon pisang berbentuk bundar berwarna putih tersebut, biasanya akan membusuk kalau pohonnya ditebang. “Jadi gini di Desa Sugihwaras kan banyak yang menanam pohon pisang terus pohonnya habis berbuah kan di tebang di buang gitu saja jadi limbah,” kata Tri Sutrisno Koordinator Desa (Kordes) kelompok 16 KKN-BBM Unisla, Senin, (29/7/2019).

Kegelisahan para mahasiswa peserta KKN-BBM saat menjumpai banyaknya limbah bonggol pisang yang terbuang itulah yang menjadi awal pemikiran untuk mengolah limbah bonggol pisang. Peserta KKN-BBM Unisla kelompok 16, akhirnya mencari dan menemukan cara mengubah bonggol pisang menjadi sajian crispy renyah sebagai pendamping makan atau camilan.

“Nah dari situ teman-teman melihat ada potensi setelah diteliti ternyata bonggol pisang itu bisa dibuat olahan dan akhirnya ada ide untuk buat keripik bonggol pisang,” ujarnya membeberkan.

KKN-BBM Unisla kelompok 16, kemudian melakukan observasi tentang kandungan bonggol pisang. “Manfaat dari bonggol pisang sendiri sangat banyak dan mengandung serat yang tinggi sehingga baik bagi pencernaan. Kandungan gizi dan vitaminnya juga banyak seperti karbohidrat, protein, vitamin B, Vitamin C. Bonggol pisang sendiri memiliki kandungan lemak yang rendah,” ucap Tri.

Setidaknya, para mahasiswa beberapa kali melakukan uji coba. Bonggol pisang yang masih menyimpan banyak kandungan air dan bau pohonnya. Beberapa kali dicoba, mereka pun menemukan solusi proses pembuatannya hingga menjadi keripik.

“Bonggol pisang yang sudah diiris-iris tipis dalam baskom berisi air garam lalu, direndam selama satu hari satu malam, lalu dicuci bersih potongan bonggol pisang,” tutur Alda Ayu Larasati, mahasiswa Unisla peserta KKN-BBM kelompok 16 menguraikan. Fungsi perendaman ini untuk menghilangkan getah dan bau.

Setelah semua proses itu, disiapkan semua rempah-rempah yang dibutuhkan untuk membumbui bonggol pisang yang sudah diiris-iris yang telah direndam.

“Lalu campurkan rempah-rempah yang sudah dihaluskan kedalam tepung. Setelah dicuci campurkan potongan bonggol ke dalam adonan yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Alda menuturkan, semua adonan yang sudah disiapkan itu, lantas digoreng hingga matang dan kering. “Tiriskan keripik, dan beri rasa sesuai pesanan, keripik siap dikemas,” katanya. Soal rasa dari Bang Cris, keripik crispy dari bonggol pisang karya mahasiswa KKN-BBM Unisla ini cukup menggugah selera.


Comments are closed.