UNISLA WISUDA 623 SARJANA DAN MAGISTER

Bertempat di halaman Kampus UNISLA, Jalan Veteran 53 Lamongan, pada hari Sabtu tanggal  25 Oktober 2008 telah diadakan Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Lamongan dalam rangka Wisuda Sarjana, Magister tahun Akademik 2007-2008. Dalam Wisuda ke 5 UNISLA kali ini Rektor, Drs. KH. Achmad Mudlor, SH, mengukuhkan 263 Wisudawan, yang telah memenuhi syarat akademis dan syarat administrasi di tiap fakultas, yang terdiri dari Program Pascasarjana 128 orang dengan gelas Magister Agama Islam (MA), Fakultas Agama Islam 273 orang dengan selar (SPdI), Fakultas Ekonomi 115 orang dengan gelar S.E., Fakultas Hukum 40 orang dengan gelar S.H., Fakultas Teknik 7 orang dengan gelar S.T.,Fakultas Peternakan 2 orang dengan gelar SPt.,, Fakultas Perikanan 2 orang dengan gelar SPi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 56 orang dengan gelar SPd.

Voter Education

Dalam sebuah perbincangan di warung kopi, ada seorang kawan berkomentar dalam bentuk pertanyaan: apa susahnya menjadi pemilih dalam pemilihan umum, termasuk Pilkada DKI Jakarta? Bukankah itu pekerjaan yang selesai dilakukan hanya beberapa detik saja?
Kita tentu mempunyai berbagai penilaian atas pertanyaan tersebut. Sebagian dari kita mungkin mengatakan, ini pertanyaan bodoh. Namun, kalau ditelusuri agak serius, pertanyaan ini sebenarnya mengisyaratkan percampuran berbagai kondisi psikologis masyarakat, antara kepedulian untuk ikut pilkada, apatisme, dan ketiadaan harapan untuk masa depan pascapilkada

Menghitung & Simulasi Perolehan Kursi DPRD

UU No. 10 Tahun 2008 adalah Payung hukum pemilu 2009 tentang Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi & DPRD Kab/Kota. KPU sebagai penyelenggara (panitia) pemilu akan berpedoman kepada UU tersebut. KPU oleh UU no.10/2008 itupun diberi kewenangan untuk mengatur teknis dan atau menjabarkan berbagai ketentuan pelaksanaan teknis dalam bentuk Peraturan KPU. Dengan demikian maka berbagai pandangan maupun penjelasan tentang pemilu 2009 haruslah berlandaskan UU no.10/2008. Maka karya tulis/artikel ini, penguraiannya mengacu kepada UU no. 10/2008 

987 MAHASISWA BARU MENGIKUTI OSPEK UNISLA 2008

987 calon Mahasiswa Universitas Islam Lamongan dikukuhkan Rektor UNISLA sebagai Mahasiswa UNISLA tahun akademik 2008-2009. Dalam sambuatan penutupan OSPEK UNISLA 2008, Rektor UNISLA, Drs.KH.Achmad Mudlor, SH., menyatakan bahwa mahasiswa baru UNISLA adalah yang terbanyak di Jawa Timur Sebelah Barat Utara. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan UNISLA dan proses belajar mengajar didalamnya diterima masyarakat. Proses belajar mengajar di UNISLA tidak instan sebagaimana suatu PTS yang diberitakan di koran akhir-akhir ini, tetapi proses belajar mengajar di UNISLA benar-benar dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dalam rangka penyiapan Sumber Daya Manusia yang kompeten dibidangnya yaitu yang mampu secara akademik dan adaptable terhadap kebutuhan stakehorders. OSPEK UNISLA 2008 dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 11-12 Oktober 2008 dengan tema "Bangkit Mahasiswa selamatkan Bangsa". Selain informasi seputar apa dan bagaimana belajar di Kampus UNISLA, maka mahasiswa baru UNISLA juga menerima materi dari para pakar antara lain DR. Suparto Wijoyo<SH.,MHum, pakar Hukum Lingkungan yang berasal dari Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan. Sedianya BEM UNISLA juga menghadirkan Prof.DR. Kacung Marijan, namun karena yang bersangkutan harus ke Australia, terpaksa kehadiran Pakar Ilmu Politik yang berasal dari Desa Jubel Lor, Sugio, Lamongan untuk sementara ditunda.